Senin, 23 Maret 2009

PANU


Apa yang kamu lakukan ketika ia menghampirimu ?


Iih jorok…adalah kata yang sangat mungkin mengikuti satu kata ini…Panu.

Ada satu jinggle yang diingat terkait kata ini, “ bunga-bunga dimana-mana…” bagaimana ejekan itu ditujukan ke salah seorang teman sekolah menengah orang yang ku kenal. Hmmmm hal yang mengherankan adalah bagaimana anak itu dengan berbahagia melestarikan bahkan mengembangbiakan panunya…. Hmmm..

Mari kita cari jawaban hal-ihwal berkembangnya masalah per-Panu-an ini

Kemungkinan permasalah pertama dapat berawal dari masalah kebersihan atau kewaspadaan diri… seringkali penyakit kulit ini menyapa mereka yang “jorkie” namun tidak menutup kemungkinan juga nyamperin mereka cukup menjaga kebersihan namun ga kurang mawas diri alias suka pake perlengkapan orang lain, makan-makanan pemicu misalnya. Selanjutnya bertunaslah si panu itu, ia dapat memilih untuk tampil dimuka umum atau bersembunyi yang jelas keduanya dapat menimbuklan kegiatan baru bagi si empunya… gatel!

Tentunya si panu ini menimbulkan dilema : gatel, hobby baru “menggaruk”, semakin membudidayanya si panu vs Cost yang mungkin dikeluarkan : ongkos untuk beli obat, Jatuhnya harga diri saat mengakui si Panu, rasa sakit mungkin ataw bahkan hilangnya keasyikan menggarauk…. Entahlah…

Pertanyaannya apakah Panu merupakan penyakit serius yang tak bisa di obati ?

Untuk orang yang care pada dirinya tentunya ia akan segera mengatasi si panu ini dengan komitmen dan juga mengambil tindakan dalam rangka MEMBASMI SI PANU SAMPAI KE AKAR… mungkin malu, ada cost ekstra yang harus dikeluarkan lahir dan batin tentunya orang jenis ini tidak mengangap enteng atau berat masalah perpanuan. Bisa disiplin ga garuk-garuk juga tentunya….

Berbeda dengan lainnya yang berusaha meremehkan atau menyembunyikan si panu dan bahkan asyik dalam aktifitas garuk-garuk. Orang ini ga mau mengeluarkan cost yang dibutuhkan untuk melenyapkan si Panu. Dan akhirnya sipanu menyebar sedemikian rupa akibat tak diobati sampai tuntas. Ia pun dikenal sebagai Mr ataw Mrs/Ms. X si “Bunga-bunga dimana-mana”.

Kadang banyak hal terbuang akibat sesuatu yang diremehkan, andai ada penakar energi… berapa energi dan waktu terbuang untuk menggaruk yang seharusnya dapat dipakai untuk aktifitas yang lebih berarti? Dan ketika si panu telah memperluas dareah jajahannya nyaris keseluruh tubuh … ah semua sudah tau ini si Mr ataw Mrs/Ms. X dengan Bunga-bunga dimana-mana-nya sirnalah rasa malu karenanya…..

Kalo bisa menyelesaikan masalah mengapa menunggu dikuasai masalah ?

Label: ,

Kamis, 19 Maret 2009

KISAH JEUNK WIN & RP. 9000,-

Hari yang sedikit aneh, siang itu segerombol ladies memutuskan melepaskan kepenatan dari diskusi panjang tak jelas ke satu rumah makan milik orang tua di Bandung, siang itu begitu panas. Seperti yang biasanya sibuk para ladies memilih menu, ada yang berdasar selera pribadi ada pula yang tak sengaja tiru-tiru alias sama dengan yang lain. Menu datang saatnya makan… ditengah serunya menyantap hidangan tiba-tiba terdengar suara berisik di genteng, Jeunk Put berseru Hujan Es, ah yang benar saja… ternyata tidak berapa lama hujan turun disertai angin yang cukup kencang.. rusuh hujannya, hujan Es euy, ternyata salah seorang ladies punya bakat terpendam jadi peramal cuaca.

Karena alasan cuaca pula gerobolan ladies tersebut terpaksa pindah meja, kemudian bill pun diminta… saatnya menyatukan kekuatan alias bayar. Tiba-tiba Jeunk Win 1 bertanya, es teh Rp 5000 dibawahnya kok Rp. 9000,- kebetulan Jeunk Win memang pesan teh bersama dengan Jeunk Tiw, jadi ada dua teh. “mana mb ?” pertanyaan tersebut langsung ditanggapi Jeunk Win 2, iya ya … ah jadi terpanalah dua jeunk Win dengan Rp. 9000,-. Hal ini membuat penasaran Jeunk Ip, “aih mana… ah teh memang Rp. 5000,- yang Rp. 9000 harga 1 es jeruk. Aih kebetulan yang pesan es jeruk 2 orang jadi harga yang terpampang disampingnya adalah Rp. 18000,- harga masing-masing diletakkan diatas. Ah.. betapa malunya jeunk win 1, jelas aja bukankah sebelum tulisan RP. 9000,- tertera tanda @... aih….

Ah untungnya Jeunk Win 1 tak sendiri, tapi ditemani Jeunk Win 2 sehingga label DDR (daya dong rendah) tak layak dijadikan alasan untuk kekhilafan itu. Apa dong sebabnya? agar objektif si Jeunk Win 1 bertanya pada Jeunk Win 2. Dan akhirnya didapatlah satu kesimpulan… keduanya berfikir mendapatkan diskon !!!

Aih pelajaran hari itu, ketika kita memiliki suatu pengharapan atau dugaan atas sesuatu, kita cenderung mengumpulkan hal-hal yang dapat mendukung pengharapan tersebut serta mencari dukungan opini orang lain tanpa melihat secara keseluruhan dengan lebih seksama. Dan akhirnya terjadi kesalahan penyimpulan dan penilaian. Hal ini dapat terjadi dalam aspek kehidupan yang lain tidak hanya menyangkut uang. Hm… tidak hanya IQ jongkok yang membuat orang mendapatkan pemahaman yang salah bukan… pertanyaan seterusnya apakah selama ini kita sudah benar-benar objektif dalam menyimpulkan dan menilai suatu hal ??? (stt …. Ini yang punya kompetensi A, B, C, atau D, termasuk tentang derajat ke “Killer-an Dosen” tentunya… Hmmmmmmmmmmmmmmm…..)